Senin, 19 Desember 2011



KESAKSIAN PDT. DR. YESAYA PARIADJI

TENTANG SORGA & NERAKA

DAN PERINTAH TUHAN YESUS

UNTUK MENDIRIKAN GEREJA TIBERIAS










Profil Biodata Pdt.Yesaya Pariadji

(Ketua Umum & Gembala Sidang Gereja Tiberias)


Profil Biodata Pdt Yesaya Pariadji yang diambil dari berbagai sumber.
Berasal dari latar belakang bukan orang percaya, yang dalam pendidikan pernah menerima beasiswa di dalam dan luar negeri; dalam karier pernah bekerja di Istana, menjadi chairman bank dan beberapa perusahaan internasional; Pdt. Yesaya Pariadji telah mengalami kasih karunia Tuhan secara pribadi.
Pada tahun 1985 Pdt Yesaya Pariadji mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus. Ia diperintahkan Tuhan untuk membaca Alkitab, namun ia menolak. Lalu Pdt Yesaya Pariadji mulai membaca Alkitab sewaktu sakit dan lumpuh, kemudian menerima kesembuhan.

Ia digandeng malaikat ke Sorga dan menerima perintah dari Tuhan Yesus untuk mendirikan Tiberias, Gereja yang besar, penuh kuasa dan mujizat seperti pada zaman Kisah Para Rasul. Ia juga menerima perintah untuk mengembalikan Kuasa Perjamuan Kudus dan Minyak Urapan.

Dalam pelayanan Pdt Yesaya Pariadji, banyak jiwa telah mengalami mujizat yaitu kesembuhan dari berbagai penyakit dan kelemahan tubuh, pemulihan dari resesi ekonomi, keluarga dan perkawinan yang dipulihkan serta hidup yang diubahkan. Termasuk kesaksian dari banyak jiwa yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.



Pdt. Darniaty Pariadji 


 Pdt. Darniaty Pariadji ( istri pdt. Yesaya Pariadji ) berasal dari latar belakang bukan orang percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi setelah menerima kesembuhan dari kelumpuhan pada tahun 1984. Suaminya, Pdt. Pariadji dijumpai Tuhan Yesus pada tahun 1985.



Pdt. Darniaty Pariadji memulai sebuah persekutuan doa pada tahun 1986, yang merupakan cikal bakal berdirinya Tiberias. Ia merupakan sumber kasih dan dukungan bagi Pdt. Pariadji. Kerendahan hati, kehangatan dan kasihnya bagi Bapa dan sesama telah menjamah banyak orang. Mereka dikaruniai empat orang anak beserta empat orang cucu.



Kebaktian Gereja Tiberias di Balai Sarbini Jakarta


pelayanan doa dengan " minyak urapan " di Gereja Tiberias -
di Balai Sarbini Jakarta
 



Persekutuan anak muda Boanerges di Tiberias 


Kebaktian Persekutuan anak muda Boanerges di Tiberias


Konser Boanerges 




Team praise and worship Boanerges 
 


Argo Pariadji - Song Leader - Boanerges Leader ( anak pdt. Pariadji ) 




Majalah Tiberias






SUARA GEMBALA
&

KESAKSIAN PDT . DR. YESAYA PARIADJI

__________________________________________________



    



Natal Gereja Tiberias di Gelora Bung Karno
( 200.000 orang - sampai 300.000 yang hadir )




9 komentar:

  1. saya percaya bhw pak Pariadji ialah seorang nabi diakhir zaman ini (nabi: penyambung lidah Tuhan). dan saya bersyukur bs lahir dizaman dan tempat yg sama dgn beliau sehingga saya bs selamat dr kepercayaan saya yg dulu. amien Tuhan Yesus

    BalasHapus
  2. Maju terus ,Pak Pdt. Yesaya Pariadji.

    BalasHapus
  3. Ingin tanya dan mohon jawabannya.

    Sejak kapan ada neraka? Kalau sudah ada, pada enam hari cipta Allah,maka pada hari ke berapa neraka telah diciptakan ole Tuhan?

    Pada hari ketjuh Tuhan berhenti dari segala pekerjaan penciptaan.

    Kalau diciotakan sebelum hari ke tujuh,maka berarti,Tuhan sudah tahu sebelumnya,bahwa akan ada malaikat yang akan jatuh kedalam dosa dan juga Adam dan Hawa,maka Tuhan sudah sebelunya menyediakan neraka bagi mereka yang dihukum di neraka.
    Kalau benar,maka apakah dapat dikatakan,bahwa Tuhan Allah adalah identik dengan "kasih">

    Kalau Tuhan yang maha kasih sudah tahu sebelumnya,bahwa milyaran orang akan menderita siksa kekal maka,masa Ia akan tetap menciptakan manusia?


    Mohon beri jawabannya,karena saya bingung.

    Terima kasih sebelumnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya bukan jemaat Tiberias maupun simpatisan Tiberias.

      Tapi kedua pertanyaan tersebut cukup menarik. Saya hanya akan menjawab pertanyaan pertama, yaitu "kapan tepatnya Tuhan menciptakan neraka?" Nanti saya susun dulu ya jawabannya.

      Untuk pertanyaan kedua, saya serahkan saja sama pemilik blog ini atau orang Tiberias.

      Hapus
    2. Pertama, Alkitab mengatakan bahwa Alam Semesta yang kita tinggali sekarang (materi, ruang, dan waktu) diciptakan dalam jangka waktu 6 hari, bukan milyaran tahun seperti yang dihipotesiskan oleh teori big bang/teori evolusi.

      Alkitab tidak eksplisit mengatakan kapan sorga (Tempat Allah bersemayam) dan Malaikat diciptakan. Alkitab juga tidak menjelaskan apa saja yang terjadi sebelum hari pertama penciptaan. Namun untuk hal ini, saya memegang bahwa Sorga diciptakan pada hari pertama. Karena, dalam bahasa ibrani, sorga dan langit berasal dari kata yang sama. Ada lebih dari satu langit yang diciptakan pada hari pertama. Langit pertama adalah langit nya bumi, langit kedua adalah luar angkasa, dan langit ketiga adalah sorga. Jadi kemungkinan, malaikat juga diciptakan pada hari pertama.

      Kita tahu bahwa pada akhir tiap hari penciptaan, Tuhan mengakhirnya dengan kata "...baik". Dan pada hari ke-enam, Tuhan mengakhirinya dengan kata "...sangat baik". Kita tahu bahwa standard "baik" nya Tuhan adalah sempurna. Sehingga, kejatuhan malaikat menjadi iblis tidaklah terjadi dalam enam hari penciptaan. Tidak juga pada hari ke-7 karena hari itu diberkati Tuhan.

      Nah kalau hipotesis yang diajukan seperti itu, kapan dong neraka diciptakan? Kalau diciptakan pada 6 hari penciptaan, buat apa? Kan belum ada yang berdosa dan belum ada yang perlu dihukum. Lalu kalau diciptakan pada hari ketujuh, bukankah Tuhan sudah beristirahat dari pekerjaan penciptaan?

      Sebelumnya, perlu anda ketahui kalau membahas neraka itu punya ikatan banyak kepada doktrin lainnya. Dalam kekristenan sendiri, ada banyak variasi tafsiran mengenai neraka. Mulai dari neraka itu hanya tempat khayalan (kristen Liberal), neraka itu bukan tempat abadi hanya untuk pembakaran sekali saja (kristen Adventist), dan neraka itu tempat pembakaran abadi (kristen mayoritas). Selain dari pada itu, neraka juga menyangkut doktrin ad-interim (keadaan kita saat kita mati saat ini juga). Ada yang mengatakan kita tertidur atau ada juga yang mengatakan bahwa kita masuk ke tempat sementara.

      Dengan fondasi pada doktrin "neraka abadi" dan "adanya tempat sementara sebelum hari penghakiman", Berikut penjelasan yang saya kutip dari Answer in Genesis:

      =================

      Alkitab tidak menyebutkan kapan neraka diciptakan. Sehingga dalam beberapa abad ke belakang, para teolog kristen telah mengembangkan tiga tafsiran untuk menjawab pertanyaan ini.

      1. Alam Maut (tempat perhentian sementara orang yang tidak percaya sebelum masa penghakiman akhir zaman) dan Lautan Api neraka diciptakan pada 6 hari penciptaan. Karena, seperti yang anda bilang, Tuhan tahu secara detail apa saja yang akan terjadi di masa depan. Tuhan juga tahu bahwa Setan, iblis, dan manusia akan jatuh. Hanya saja, alam maut dan neraka tersebut belum diselesaikan (atau belum diaktivasi) sampai kejatuhan Setan dan manusia ke dalam dosa.

      Ayat yang kelihatannya mendukung tafsiran ini adalah Matius 25:41 "Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah SEDIA untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya." Perhatikan kata "SEDIA" tersebut. Kata itu secara tersirat bisa saja menjelaskan bahwa sesuatu telah dibuat tapi belum diaktivasi kecuali kalau sudah diperlukan.

      Hapus
    3. SAMBUNGAN

      2. Alam Maut dan neraka diciptakan setelah 6 hari penciptaan, tepatnya setelah Setan dan manusia jatuh ke dalam dosa.

      Pada tafsiran ini, Keluaran 20:11 yang berbunyi "Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya." tidak dianggap membahas sesuatu yang ada di bawah bumi atau di kedalaman bumi, atau hal-hal yang melampaui dimensi alam semesta seperti sorga maupun neraka. Melainkan, ayat tersebut dianggap bahwa Tuhan menyelesaikan pekerjaannya pada porsi di atas daratan Bumi dan di dalam langit dan laut. Sehingga, lokasi Alam Maut ataupun neraka tidaklah berada di atas permukaan bumi dan tidak juga di langit. Dalam artian, Tuhan memang sudah berhenti dari penciptaan tapi hanya pada bumi, langit, dan laut; dan bukanlah pada hal2 di luar bumi, langit, dan laut.

      3. Alam Maut dan neraka diciptakan setelah 6 hari penciptaan. Pada tafsiran ini, Ayat di kejadian 20:11 tadi dianggap hanya berlaku untuk satu waktu saja (tepat setelah selesainya 6-hari penciptaan) dan dianggap tidak berlaku untuk kejadian penciptaan setelahnya. Ayat ini juga tidak melarang Tuhan untuk menciptakan hal lain setelah 6-hari penciptaan.

      Beberapa ayat di perjanjian baru secara jelas menunjukkan bahwa Tuhan tetap masih bisa menciptakan, dan Tuhan tidak diikat dengan larangan "tidak boleh ada penciptaan setelah 7 hari" baik dengan ayat tadi maupun dengan ayat Kejadian 2:3. Misalnya, dalam memberi makan 5000 orang dan 4000 orang, pastilah YESUS menciptakan ikan dan roti. YESUS juga mengklaim di Yohanes 5:17 bahwa "Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." Jadi, konsep bahwa Tuhan berhenti total dari segala pekerjaanNya dan perbuatan kreasi Nya dianggap tidak didukung oleh alkitab. Lagipula, kita memiliki bukti lebih lanjut bahwa Tuhan belum selesai menciptakan. Coba buka Yesaya 65:17

      Jadi, kapan tepatnya Tuhan menciptakan alam maut dan neraka? Kita tidak tahu, dan Alkitab pun tak secara gamblang menuliskannya. Tapi, salah satu dari tiga tafsiran di atas (atau bisa saja kombinasi dari mereka) tentu saja berlaku. Jangankan kapan diciptakan, lokasi persisnya pun kita tidak tahu jelas. Apakah mereka terletak di bawah bumi (Filipi 2:10) atau pada dimensi spiritual (Lukas 16:26), atau di tempat kegelapan tanpa dimensi (LUkas 8:31, 2 Petrus 2:4, Yudas 1:6, Wahyu 9:1-2)? Apakah mungkin juga bahwa Alam Maut sudah diciptakan, tapi Neraka belum diciptakan? Banyak hal yang kita belum tahu. Bagaimanapun juga, 3 tafsiran di atas punya dalil yang kuat dan masuk akal.

      Selain itu, ada miskonsepsi tentang akhir dari 6-hari penciptaan yang perlu kita luruskan. Pertama-tama, tidak ada disebut di dalam alkitab bahwa Tuhan tidak bisa menciptakan lagi karena Dia istirahat pada hari ke-7. Kalau Tuhan tak bisa melakukan apa yang Dia ingin lakukan, tentu Dia bukanlah Tuhan. Betul bahwa Tuhan bisa membatasi diriNya untuk waktu2 tertentu, tetapi bukan untuk waktu yang tak definitif. Itu mirip dengan kalau kita berkata "karena saya pergi liburan minggu lalu dan istirahat dari pekerjaan saya, saya tak bisa lagi kembali bekerja tapi harus tetap dalam liburan" - tentu saja hal ini bukanlah tujuan dari libur kerja.

      Beberapa ayat yang bisa dibaca untuk referensi: Yesaya 65:17, 2 Korintus 5:17, Wahyu 21:5, Matius 12:8, Markus 2:27-28, Yohanes 5:16-17, Yesaya 46:10-11.

      Semoga ini menjawab pertanyaan pak?

      Hapus
  4. Pertanyaan satu lagi.

    Dalam Yesaya 55:11 dikatakan diantaranya bahwa FIRMAN yang keluar dari mulutNya pasti akan berhasil apa yang Tuhan suruhkan [firmankan]

    Jadi,kalau apa yang difirmankan Tuhan dalam Kej. 1 :28 nanti akan menjadi kenyataan,apakah kita nanti tetap hidup di sorga atau akan hidup di bumi,sebab kalau Adam dan Hawa "tidak" jatuh kedalam dosa,maka tentunya kita akan hidup di bumi bukan? Bukankah Tuhan menciptakan bumi untuk dihuni oleh manusia-manusia yang sempurna dan hidup kekaL?

    Mohon juga jawabannya. terima kasih.

    BalasHapus
  5. luar biasa Misi Tuhan Yesus,telah di lakukan oleh pa pdt.yesaya puriadji,,dan mengalami perjumpaan dengan Nya,,maju terus ya pa pdt.yesaya puriadji,Tuhan Yesus menyertaimu. . .

    BalasHapus